EdukasiKabar

Hima Tekper Universitas Al-Ghifari Adakan kuliah Umum Nanoteknologi dibidang Pangan dan Pertanian Secara Online

Bandung-Fokusbanten.Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Al-Ghifari mengadakan “Kuliah Umum” online pada selasa (19/05/2020) pukul 13.00 wib dengan menggunakan aplikasi zoom. Kuliah Umum mengambil tema : “ peran nanotechnology dibidang pangan dan pertanian untuk imunitas pada masa pandemi covid 19”.

Acara dihadiri oleh 76 peserta yang sebagian besar mahasiswa dan dosen, ada juga siswa SMKN Pertanian yg mengikuti. Dengan narasumber Dr. Hari Hariadi S.tp.,M.T.P peneliti, penulis dan dosen Universitas Garut juga dosen LB Universitas Al-Ghifari. Kegiatan ini dimoderatori oleh Wildan Wibawa Perdana S.T.,M. T. Dosen Fatekper Unfari.

Dalam keterangan tertulisnya, dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FATEKPER) Universitas Al-Ghifari Dedeh Rosmaniar Sofia, S.T., M.T. mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai wadah edukasi dan advokasi mengenai nanotechnology.

“Temanya menarik dengan tren teknologi terbaru yaitu nanoteknologi di bidang pangan dan pertanian untuk immunitas di masa pandemi covid -19 ini. Yang mengikuti seminar cukup banyak di luar ekspektasi. Peserta bukan hanya dari mahasiswa dan dosen universitas Al-Ghifari bahkan sampai ke Blitar, Kuningan dan kota-kota lainnya,”tegas Dedeh.

dokumentasi hima tekper unfari

Dalam paparannya Dr. Hari Hariadi S.tp.,M.T.P menjelaskan secara rinci bagaimana nanotechnology ada dan dapat terus berkembang dan terus memajukan aplikasinya dari berbagai sektor.

“Nanotechnology merupakan teknik transformasi molekul sehingga tercapai ukuran nano, fungsinya selain membantu penyerapan nutrisi lebih baik, penggunaan nanotechnology dengan teknik ekstraksi ultrasound juga dapat mencegah kerusakan fitokimia karena proses yang dilibatkannya merupakan nonthermal”,ungkap Hari.

Hari menambahkan bahwa salah satu peranan yg sangat penting nanotechnology dibidang pertanian adalah penggunaan pupuk nano yg mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. “Pupuk nano sangat berbeda dari pupuk komersial umum. Karena ukurannya yang kecil penyerapan lebih cepat sehingga ada akselerasi pertumbuhan.”Pada pangan sudah banyak produk-produk nanotechnology yang beredar seperti susu,minyak fortifikasi,”jelasnya.

Dengan nanotechnology pangan menjadi lebih fungsional dan awet walau tanpa diberi pengawet. Dimasa pandemik yang terjadi sekarang sistem imun sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh dari virus covid 19. Salah satu upaya menjaga imunitas dengan mengkonsumsi makanan yg bernutrisi dan mengandung antioksidan “pangan nano tidak kehilangan komponen mikro kimia significant bahkan dapat membuatnya lebih baik”.Tetapi nanotechnology juga masih ada kelemahan yaitu biaya oprasional yang mahal,sulitnya menjaga stabilitas,dan approximate intake (perkiraan asupan) masih jadi kendala, agar produk bisa digunakan,”pungkas Hari.

(mam12)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close