Opini
Trending

Berhenti Salahkan Korban Kekerasan dan Pelecehan Seksual!

Halo Sobat Fokus, pada kesempatan kali ini penulis ingin membagikan keresahan penulis terkait maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Mirisnya lagi, seringkali banyak korban yang disalahkan karena pemikiran-pemikiran bias.

Yah emang sih agak sensitif pembahasan kali ini, tapi penulis tidak mengarah kepada hal sensual yah Sobat! Melainkan lebih mengarahkan artikel ini berisikan pada perasaan atau kondisi psikologis korban.

Jujur, kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual belum banyak yang terungkap. Penyebabnya adalah korban tidak berani untuk melaporkan. Ini bukan karena korban tidak mampu untuk berbicara mengenai kejadian yang menimpanya. Melainkan, korban hanya takut akan hinaan sampai dengan cibiran yang nantinya akan ia dapatkan dari masyarakat sekitar.

Bukan hanya kekecewaan, korban juga merasa bahwa dirinya tidak lagi berharga setelah mendapati perlakuan tersebut. Jika korban berani untuk melaporkan kasus, ia hanya ingin pelaku mendapat hukuman atau sanksi sesuai dengan apa yang telah ia perbuat.

Korban juga berani melaporkan kasus, atas dasar harapan akan mendapat dukungan dari banyak orang, seminimal mungkin adalah orang terdekat.

Namun ketika kasus sudah dilaporkan dan kejadian yang menimpanya menjadi buah bibir masyarakat. Korban malah akan dijauhi secara sosial dan dianggap salah. Apa sih yang ada di pikiran kalian? Dia menerima perlakuan tidak baik dari pelaku, sudah jelas orang yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual ini disebut sebagai korban! K – O – R – B – A – N! Artinya dia tidak bersalah atau melakukan kesalahan.

Kenapa bisa korban yang jadi disalahkan? Pakaiannya? Bentuk tubuhnya? Wajah tampan dan cantiknya? Apapun yang ada pada diri mereka adalah kepunyaannya, kita tidak punya hak akan hal tersebut.

“Kenapa bajunya terbuka gitu sih, jadi dilecehkan orang deh!” HEY! ORANG YANG MELAKUKAN PELECEHAN YANG SEHARUSNYA MENERIMA SANKSI. Bukan malah korban yang disalahkan karena hak nya dalam berpakaian! Udah jadi korban pelecehan, disalahkan masyarakat pula. Lagian, pakaian tertutup pun tidak menjamin seseorang terbebas dari perlakuan demikian. Jika para pelaku pelecehan ini mendapat perlindungan dari pembelaan kalian yang malah menuduh korban bersalah!

“Siapa suruh mau jalan berduaan”, “Ngapain sih cewe nyamperin cowok, giliran kena pelecehan nangis”

Kita ga pernah tau sebelumnya mereka memiliki kepentingan tertentu atau tidak. Apapun kepentingannya, jika sudah mengarah kepada hal seksual. Jelas pelaku yang bersalah atas kejadian tersebut! Sebelumnya korban sudah memberi kepercayaan kepadanya untuk menyelesaikan sebuah kepentingan tertentu. Tapi pelaku malah mencari kesempatan lebih dan menyudutkan korban dengan berbagai alasan untuk menutupi kesalahannya sendiri!

Kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual ini bahkan tidak terbatas pada gender!

Dalih apapun yang kalian berikan untuk menyalahkan korban, pelaku tetap harus bertanggungjawab dan menerima sanksi!

BERHENTI MELIMPAHKAN KESALAHAN PADA KORBAN!

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close