Pendidikan

Membangun Self-Motivation

Halo Sobat Fokus, sudah akrab dengan istilah Motivasi Diri? Pastinya sudah bukan. Motivasi diri adalah sebuah bentuk dorongan tertentu dalam diri kita untuk mencapai sesuatu atau tujuan. Motivasi diri terbagi menjadi dua jenis yaitu motivasi eksternal dan motivasi internal.

Motivasi eksternal merupakan motivasi yang datang dari luar. Dengan berbagai faktor lingkungan, budaya, kepercayaan, serta karakteristik wilayah. Menjadikan bentuk motivasi eksternal ini sangatlah beragam. Ada yang mendapat motivasi dari seorang guru/petani/pelukis/penyanyi/dsb, ada pula yang mendapat motivasi dari seorang idola, ada yang dari kedua orang tua, dan sebagainya. Datangnya dari berbagai sumber, dengan bentuk penerimaan berdasarkan faktor yang telah penulis sebutkan di atas.

Jika Sobat Fokus, membutuhkan motivasi eksternal dalam skala besar. Sobat fokus dapat mengikuti berbagai rekam jejak para motivator handal tanah air lho! Merry Riana, salah satunya. Idola penulis hehe

Namun, terdapat satu jenis motivasi lagi yaitu motivasi internal. Singkatnya, motivasi yang datang dari diri kita sendiri sebagai si empunya raga dan jiwa. Motivasi jenis ini, konon katanya adalah bentuk motivasi terbesar yang menentukan setiap langkah yang kita ambil.

Motivasi dalam diri, seharusnya bersifat sangat kuat. Akan tetapi, sangat sulit untuk menemukannya. Untuk itu, kita perlu membangun Self-Motivation sebagai upaya kita dalam menjalankan kehidupan.

Melansir Alodokter, hal-hal berikut ini dapat kita lakukan untuk membangun adanya motivasi diri:

1. Tetapkan dan tulis tujuan

Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam hidup secara spesifik, jelas, objektif, dan realistis. Kemudian, tulis tujuan tersebut dalam buku agendamu, atau pada selembar kertas dan tempelkan di dinding kamar atau ruang kerja.

Jika perlu, tempelkan juga kertas berisi kalimat motivasi dari tokoh-tokoh terkenal yang bisa menginspirasimu untuk terus melangkah meraih tujuan tersebut. Selain sebagai pengingat, cara ini akan membuatmu lebih semangat dan berkomitmen terhadap tujuan yang sudah kamu tetapkan.

2. Susun rencana dengan baik dan terarah

Buat rencana dan susun langkah-langkah untuk mencapai tujuanmu. Kamu bisa membaginya menjadi beberapa tugas kecil atau sederhana, dengan target yang bisa dicapai dalam jangka pendek. Catat daftar tugas tersebut di buku, dan beri tanda centang pada setiap tugas yang sudah kamu kerjakan. Dengan cara ini, tujuanmu tidak akan terasa terlalu berat atau terlalu jauh untuk dicapai. Langkah ini juga bisa membantu meningkatkan self-efficacy.

Jaga dan pertahankan rutinitas yang sudah dibangun. Saat merasa jenuh, kamu bisa beralih sejenak ke rutinitas lain yang sejalan dengan tujuanmu, atau sekedar melakukan hobi untuk menyegarkan pikiran.

3. Atasi rasa takut terhadap kegagalan

Ketika kamu merasa telah gagal, ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Setiap kali kita gagal dalam suatu hal, ada pelajaran yang dapat kita petik, agar bisa melakukannya dengan lebih baik dan menghindari kesalahan yang sama.

Ceritakanlah tujuan dan impianmu hanya kepada orang-orang yang kamu percayai. Hal ini adalah untuk menghindari terlalu banyak kritikan dari orang lain, saat kamu mengalami kegagalan.

4. Bersikap positif

Isi hari-harimu dengan percakapan, kegiatan, atau situasi dan orang-orang yang bisa menginspirasimu untuk meraih tujuan. Misalnya, mengikuti seminar, membaca buku-buku pengembangan diri dan motivasi, atau menonton konten-konten yang positif di televisi dan internet.

Penuhi hati dengan rasa syukur, dan jangan selalu membandingkan dirimu dengan orang lain. Buang segala pikiran negatif serta yakinlah bahwa dirimu mampu mencapai tujuan yang sudah kamu tetapkan.

5. Istirahat yang cukup

Sebesar apa pun semangat untuk mencapai target, pastikan kamu memiliki waktu untuk beristirahat dan tidur yang cukup. Kurang istirahat dapat menurunkan energi dan fokusmu dalam mencapai tujuan, selain juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Jika kondisi fisik dan pikiranmu sudah terlalu lelah, jangan terus dipaksakan. Ambil jeda waktu untuk beristirahat, sebelum kembali pada tugas-tugas dan tujuanmu. Mungkin ini saatnya kamu jalan-jalan dan berlibur, lalu kembali dengan semangat baru untuk menggapai impian.

6. Berikan hadiah pada diri sendiri

Saat berhasil menyelesaikan tugas atau mencapai suatu target, hadiahi dirimu sendiri dengan sesuatu yang menyenangkan, bermanfaat, dan layak kamu dapatkan. Misalnya, berlibur atau membeli barang yang sedang kamu inginkan. Ini adalah cara untuk menghargai pencapaianmu, sekaligus sebagai pemecut semangat untuk mencapai target selanjutnya.

Walaupun kadang tidak mudah, jangan pernah berhenti mencoba meningkatkan motivasi untuk diri sendiri. Seiring waktu, hal ini akan lebih mudah untuk dilakukan, karena kamu akan makin mengenal hal-hal apa saja yang dapat memengaruhi motivasimu.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close