Daerah

Dorongan MIP Unjani dan PDRI Kepada Kaum Muda Terhadap Nilai-nilai Sumpah Pemuda

Ketua Umum DPP Persaudaraan Dosen Republik Indonesia Dr.Ahmad Zakiyuddin, S.IP.,M.I.Kom yang juga Dosen FISIP Universitas Langlangbuana mengajak Kaum muda untuk bangkit dan bersatu dalam membumikan nilai nilai Sumpah Pemuda dengan meningkatkan kolaborasi dan sinergitas untuk mewujudkan Kemakmuran dan Kedaulatan bangsa.

Hal itu disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker Webinar Nasional memperingati Sumpah Pemuda yang dilaksanakan secara virtual, pada Rabu (27/10/21). Kegiatan Webinar diselenggarakan atas kerjasama Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Jenderal Ahmad Yani dan DPP Persaudaraan Dosen Republik Indonesia.

Dalam Orasinya Zakiyuddin berharap bahwa generasi muda tidak larut dalam fantasi yang dibangun dari konstruksi hegemoni pasar yang memanfaatkan teknologi digital sebagai saluran propaganda budaya. Menurutnya, reaktualisasi Sumpah Pemuda bukan hanya fokus pada penguasaan Teknologi tapi bagaimana Pemuda diajak terlibat dalam Melawan Hoaks dengan membangun narasi narasi yang Positif di dunia maya.

Hadir sebagai pembicara, Sekjen Ombudsman RI Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, AP, M. Si, M.Si, Pabandya Wanwil Sterdam IX/UDY Mayor Vinsenslaus Jemudin S.Sos, MIP, Pengurus Lembaga Dakwah PBNU dan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat K.H. Abdul Muiz Ali, Dosen Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan UNJANI Dr. Rira Nuradhawati, S.IP, M.S.i, dan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UNJANI Muhammad Aldi Rahmandika. Webinar diikuti 100 Peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam paparan strategisnya Sekjen Ombudsman RI Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, AP, M.Si,M.Si mengungkapkan “Kreatif adalah hal yang penting karena pemuda itu identik dengan kata kreatif karena sikap dan perilaku yang mencerminkan ide dan inovasi dalam memecahkan berbagai masalah ini adalah sesuatu yang identik dengan kepemudaan apalagi di Zaman sekarang zaman revolusi industri dan Society 5.0 di mana inovasi diperlukan karena apa Karena yang namanya teknologi itu akan hidup bersama dengan kita dan akan mempermudah kita”.

Sementara Pabandya wanwil sterdam IX/UDY Mayor Vinsenslaus Jemudin S.Sos, MIP dalam makalahnya mengungkapkan jasa tokoh tokoh terdahulu yang telah mengambil suatu keputusan yang baik untuk menunjukan kepada dunia siapa sesungguhnya Indonesia. Semangat sumpah pemuda ini tentu membantu kita semua untuk meneladani para pendahulu. begitu juga bagaimana tahun 1945 pada saat anak anak muda memaksa Ir Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia adalah kontribusi para pemuda yang secara bersama sama berkreasi bersama.

Dalam tinjauan yang lain Pengurus Lembaga Dakwah PBNU dan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat K.H. Abdul Muiz Ali menyoroti persoalan perlawanan kebudayaan, Menurutnya perang melawan kebudayaan bagi pemuda adalah tidak meniru budaya-budaya yang merongrong, budaya yang merusak moral, rakyat Indonesia memiliki budaya dan falsafah yang suci yaitu gotong royong kemudian saling Asih saling asuh saling membantu dan kemudian munculah sikap toleransi dan tenggang rasa yang berbhinneka tunggal Ika yaitu Sekalipun berbeda budaya dan agama tetapi tetap bersatu.

Dosen Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan UNJANI Dr. Rira Nuradhawati, S.IP, M.S.i menyampaikan bahwa reaktualisasi sumpah pemuda di era digital bisa dilakukan dengan pembaharuan atau penyegaran dalam nilai-nilai adat yang ada di masyarakat. Penyegaran dan pembaharuan nilai-nilai budaya khususnya di era digital sangat penting bagi generasi muda karena cepatnya arus informasi dan kemajuan teknologi telah merevolusi gaya hidup manusia sehingga menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak negatifnya adalah anak anak muda yang terjebak mabuk teknologi sehingga lebih fokus pada dunia digital dan melupakan dunia nyata sehingga tidak peduli terhadap kehidupan sosial.

Sedangkan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UNJANI Muhammad Aldi Rahmandika dalam paparan menyampaikan bahwa sesuai Undang undang kepemudaan N0.40 tahun 2019 yang disebut pemuda itu adalah yang berusia 16 sampai 30 tahun. Menjadikan Pemuda Sibuk adalah sangat penting dalam reaktualisasi pemuda saat ini,”Pungkas Aldi.

Webinar Nasional Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2021 mengambil Tema : “Reaktualisasi Sumpah Pemuda di Era Digital” diharapkan dapat dijadikan sebagai motivasi pemuda agar membangun Indonesia yang lebih baik

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close