BisnisDaerah

Komisi II DPRD Banten Minta Pemprov Jaga Stabilitas Harga Pangan

FOKUSBANTEN.com – Sejumlah komoditas pasar dalam beberapa pekan terakhir, khususnya telur ayam ras, daging ayam ras mengalami kenaikan harga. Untuk itu, Komisi II DPRD Banten meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menjaga stabilitas harga-harga bahan pokok di pasaran.

Ketua Komisi II DPRD Banten, Iip Makmur mengaku, pihaknya beberapa waktu lalu telah turun ke lapangan untuk memantau pergerakan harga bahan pokok.

“Terkait kenaikan harga sembako, pertama, kita telah turun di beberapa daerah, dan hasilnya ada kenaikan harga terutama komoditas telur (ayam ras),” kata Iip saat dihubungi, Senin (12/6/2023).

Selain komoditas tersebut, lanjut Iip, pihaknya juga menemukan kenaikan harga minyak goreng yang mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Kita juga sudah komunikasi dengan dinas terkait untuk melakukan langkah konkret untuk melakukan operasi pasar san menggelar pasar murah. Dan informasinya Dinas Ketahanan Pangan mulai hari ini sudah melakukan pasar murah,” katanya.

Politisi PKS itu juga memastikan, Komisi II tetap dilibatkan dalam segala kegiatan dalam operasi pasar maupun pasar murah. “Kita terjun langsung melihat kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, sidak yang dilakukan jajarannya untuk mengecek ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok, terutama telur ayam ras dan daging ayam ras. Pihaknya tak ingin akibat kenaikan dua komoditi tersebut berpengaruh terhadap pedagang, petani dan peternak.

“Kita langsung mengecek harga. Seperti kita ketahui bahwa secara umum di Indonesia harga telur dan harga daging ayam ras itu sedang mengalami fluktuatif. Soal harga dan mekanisme pasar ini ada hal yang harus kita kalkulasi, jangan sampai berpengaruh juga kepada pedagang dan juga kepada petani atau peternak,” kata Muktabar didampingi Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid dan Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso usai sidak.

Dlam menyikapi fluktuasi harga, lanjut Muktabar, perlu keseimbangan dalam menyikapinya agar tidak merugikan para peternak maupun masyarakat. Pada kesempatan itu, dirinya juga membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok. Di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras dan daging sapi.

“Tadi kita belanja telur dan ayam. Harga telur sudah mulai turun dari 32.000 menjadi 30.000 per kilogram. berbeda ayam itu yang 1 kilogram ke atas harganya itu di sekitar Rp 38 ribu, tapi yang 1 kilogram persis atau di bawah 1 kilogram karena pangsanya berbeda mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu jadi relatif fluktuatif,” katanya.

Muktabar mengungkapkan, pihaknya akan melakukan operasi pasar sebagai langkah yang dilakukan Pemerintah terkait kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras.

Dikatakan, operasi pasar tersebut dilakukan untuk mendekatkan kebutuhan pokok seperti telur ayam ras dan daging ayam ras kepada masyarakat.

“Kita lakukan di kawasan permukiman padat di Cipare, Kota Serang. Kita menggunakan HET sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close